Bagi seorang buruh seperti saya, Tiap hari Secara disengaja maupun gak disengaja pasti harus punya urusan dengan komputer. Baik itu komputer kantor maupun komputer Rumah dan sekali waktu Pake laptop Murahan yang sekarang sudah tampak jadul dan kusam. Komputer kantor dan komputer rumah mempunyai fungsi yang sama tetapi berbeda aplikasi dan sifatnya.
Komputer Kantor atau boleh juga disebut komputer dinas biasanya dan memang seharusnya berada di dalam kantor tempat kita bekerja. Jumlahnya terbatas dan sering harus dipakai bergantian dengan sesama buruh-buruh di kantor kami. Kalau Komputer rumah, terserah si empunya komputer mau ditaruh dimana. Boleh di atas bupet, di atas lantai, di atas kasur dan tempat nyleneh lain. Berhubung Saya nylenehnya sedikit saja, maka Komputer yang saya punya saya kasih jodoh dengan meja komputer sekalian , dan saya taruh di tempat yang layak.
Kalau komputer dinas milik para kasi-kasi itu boleh dibawa pulang karena ukurannya yang kecil dan tipis yang orang menyebutnya laptop. Sekali waktu saya juga sering ngajak my humble laptop ( Bukan Laptop Dinas lho ) untuk menemani nguli di kantor. Itupun sangat jarang, karena bikin berat tas dan kadangkala bikin curiga para satpam saat mau keluar. Saat ini sudah gak pernah bawa laptop lagi, Toh saya juga jarang punya waktu sekedar untuk ngetik dengan laptop itu di kantor.
Ada batasan-batasan yang harus disandang Komputer kantor. User Account harus dibatasi agar si pemakai tidak asal install aplikasi dengan sembarangan agar tidak membebani kinerja komputer dan tidak utak-atik registry seenaknya, Begitulah konon yang dikatakan Orang TI di tempat kerja saya. Selain itu User tidak boleh ngenet pada jam-jam kerja, tapi boleh ngenet sepuasnya pada jam istirahat saja. Kepala seksi ke atas atau orang-orang tertentu yang IP-nya tidak dibatasi saja yang boleh akses internet tanpa batas. Saya bisa mahfum dengan kebijakan tersebut. Karena memang konon para staff seperti sayalah yang biasanya banyak dianggap sering pake ngenet.

Dilarang buka blog
Oke…Laah, Pembatasan akses internet hanya jam istirahat saja bisa diterima. dari pada nyuri-nyuri ngenet entar tidak barokah. Tapi konfigurasi firewallnya itu lho kejam banget. Tiap kali search engine google atau URL-nya mengandung kata blog, download, linux, dsb pasti akan ditolak mentah-mentah alias error. Jadi Kita tidak bisa akses situs yang halamannya ada kata blog, blogspot, blogger, linux dan lain-lain. Padahal tidak jarang banyak informasi yang berguna yang bisa kita dapatkan dari blog-blog tersebut. Kalo Pake komputer rumah, bebas sebebas-bebasnya. Mau nungging ngenet sampai pagi..monggo. Paling yang komplain cuma istri doang. Download segede gajah…Silahkan. Tapi harus punya etika dan tenggang rasa dengan sesama anggota URUNAN NET.
Komputer di kantor biasanya memakai sistem operasi Sejuta Umat “Windows”. Tidak seperti komputer di rumah saya yang sistem operasinya “OPENSUSE”, Sebuah sistem operasi bagi yang berkantong cekak. Beruntung bagi saya yang menggunakan sistem operasi linux, Saya tidak perlu khawatir serangan virus dari komputer kantor yang virusnya Na’udzubilah. Sayangnya saya yang awam linux ini kadang bengong bagaimana cara instalasi aplikasi di linux.
Dan yang terakhir, dari segi fisik, komputer kantor dan komputer rumah tidak ada perbedaan secara signifikan. keduanya sama-sama kelihatan dan jadul bin kuno karena hanya menggunakan Monitor CRT. Tapi Komputer yang dirumah saya bebas dari kotoran-kotoran dan upil. Tidak seperti komputer kantor yang keyboardnya kadang-kadang diselingi kotoran dan upil karena memang penggunanya sering pilek.
iyalah, kalo bisa jangan ngeblog pas jam kantor, korupsi waktu…:)
Benar..mbak, Lagian kaga sempat posting kalo di kantor.
Kalo belum siap gigit jari, sebaiknya jangan coba2 install aplikasi di Linux. Kecuali aplikasi yg sudah lengkap semua paket2 pendukungnya.
Salam.