Akhirnya Pilih URUNAN NET.

Yang namanya komputer rumah alias PC yang tidak terhubung ke Internet ibarat sepeda statis, yang cuma nongkrong di dalam rumah doang dan fungsinya itu-itu saja. Beda dengan PC yang terhubung ke internet. Bisa jalan-jalan melanglang buana ke sudut-sudut dunia maya.

Berhubung pada waktu itu koneksi internet tidak se hingar bingar sekarang, paket telkomnet instant adalah satu-satunya andalan bagiku untuk berkelana di dunia maya. Sungguh mahal dan lemotnya minta ampun. Terpaksa harus sering-sering ngendon di warnet untuk menyalurkan hasrat ngenet ria. Walaupun sama lambatnya dengan telkomnet instant, warnet cukup 4000 rupiah bisa browsing 1 jam. Memang tetap aja mahal di bandingkan ongkos ngenet sekarang.

Setelah lihat-lihat forum-forum mengenai akses internet dengan menggunakan HP, akhirnya saya tertarik untuk daftar paket internet unlimited Matrix indosat. Tapi Dasar badan yang apes. Setelah kartu perdana matrix diaktifkan, program Internet Unlimited matrix di bubarkan dan tarifnya kembali ke reguler 5 rupiah per KB. Ingin rasanya tak kremus kartu perdana matrix itu.

SAMSUNG C230

SAMSUNG C230

Rencana ngenet dengan menggunakan HP modem tetap dilanjutkan. Pilihan ku jatuhkan pada HP SAMSUNG C230, yang pada waktu itu harganya 950.000 rupiah. Karena tidak disediakan kabel data, akhirnya terpaksa beli infrared device sebagai perantara koneksinya. Setelah mempertimbangkan harga dan ketersediaan jaringan, pilihan jatuh Pada Kartu IM3. Aksi ngenet pun lancar-lancar saja walaupun kecepatannya setali tiga uang dengan dialup telkomnet, Anehnya saya mendapatkan pulsa tidak berkurang sepeserpun. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Dua minggu kemudian pulsa ternyata harus tereliminasi dari Simcardku dengan derasnya setelah dipakai ngenet. Impian ngenet murah pun harus saya kubur dalam-dalam

Semenjak itu, PC dirumah terpaksa harus vakum dari dunia per-ngenetan karena sang juragannya yang pelit memutuskan untuk tidak lagi ngenet menggunakan HP atau telkomnet instant. Konon karena sering error , semakin lemot dan BOROS pulsa. Ritual Ngenet pun hanya dilakukan di kantor yang hanya dibatasi pada jam istirahat saja,…Nasiiib…nasib.

Wireless Acess Point

Wireless Acess Point

Zaman Kegelapanku di dunia perngenetan pun agaknya berakhir pada desember 2007 ketika Seseorang menawarkan paket internet wi-fi unlimited. Cukup 200.000 saja. Setelah sempat pikir-pikir lama, akhirnya saya pun akhirnya ngambil paket tersebut. Konsekwensinya Saya harus merelakan satu juta rupiah escaped from my wallet untuk membeli wireless Acces Point dan Antena plus kabel. Ditambah lagi harus memperbaiki genteng rumah yang pecah karena gak sengaja diinjek tukang pasang antenanya.

Waah ternyata koneksi wifi oke juga. Selama beberapa bulan bisa ngenet sepuasnya dengan kecepatan agak mendingan dan hampir bebas gangguan, kecuali pada waktu terjadi hujan angin yang deras sehingga si antena wajanbolic pun harus dipasang ulang. Seiring berjalannya waktu, pelanggan wifi ini semakin bertambah banyak. Jalur ngenet pun semakin uyel-uyelan dan semakin lemotlah si WIFI ini. Acara browsing dan download menjadi tidak efisien. Hanya buang-buang waktu dan pikiran. Dengan berat hati saya harus menonaktifkan wireless router dan berhenti langganan internet.

SMART D1200P

SMART D1200P

Suatu ketika saya mampir beli pulsa di counter HP. Mata saya tertuju pada sebuah HP CDMA bundling SMART D1200P. Si cewek pelayan counter yang hitam manis itu ngomong Bahwa itu HP bisa dipake modem. Tanpa pikir panjang, kuboyong HP SMART itu dan jadilah ia pasangan Komputerku untuk melayani hasrat ngenetku. Lumayan Juga, Kecepatannya konon 153 kbps. Satu bulan lebih kemudian, bencana besar tidak dapat terelakkan. Saya lupa menaruh HP tersebut di kantong, dan HP itu ikut acara mandi bersama-sama Si celana di dalam mesin Cuci. D1200P pun tinggal riwayat.

Tidak menunggu terlalu lama, Datanglah Mas Khoiri sebagai dewa penolongku. Ia menawarkan Koneksi internet patungan dengan beberapa teman satu kompleks perumahan. 10 orang pun akhirnya patungan beli modem router dan Apply speedy unlimited 800 ribu rupiah. Wireless router punya saya yang lama pun saya pekerjakan lagi. Ritual ngenet berlanjut sampai sekarang dan Bebas Hambatan. Kecuali kalo ada yang suka download gede-gede, kecepatan menjadi lambat.

CUKUP 100 RIBU dengan URUNAN NET.

Blogged with the Flock Browser

Tags: , , ,

Diterbitkan di:  on September 3, 2009 at 05:46 Komentar (1)

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://ariswa.wordpress.com/2009/09/03/akhirnya-pilih-urunan-net/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Satu komentar Leave a comment.

  1. Pasang proxy dong, biar bandwithnya bisa diatur. Kan kasihan yg ga pernah download. Tiba2 jalur lemoth aja .. uda dah .. tinggal hitung hari saja .. :)

    Salam. 8-)


Leave a Comment